Dibekukan dari perusahaan di tengah-tengah persaingan menjadi direktur utama, Joni menemukan solusi untuk mendapatkan posisinya kembali: menjual sebuah pabrik genteng reyot milik keluarga di sebuah desa kecil bernama Ciwani. Di dalam pabrik, Joni menemukan sebuah ide yang mungkin mengubah hidupnya.