Film ini mengambil latar belakang di Jakarta pada tahun 1946 yang mengisahkan tentang Isa, seorang mantan petarung dan pemain biola berusia 35 tahun yang kini menjadi guru sekolah dasar. Pengabdiannya selama perang kemerdekaan membuatnya mempunyai reputasi sebagai prajurit kawakan. Isa tinggal bersama istrinya, Fatimah, dan anak angkat mereka, Salim. Namun, trauma yang dialaminya membuat dia impotensi. Kala itu, Jakarta dalam keadaan ricuh, di mana Jakarta ditinggalkan oleh Presiden, dibakar oleh pasukan Gurkha, Inggris, atau Belanda. Isa membantu revolusi bersama temannya dan siswa biola yaitu Hazil, seorang pemuda tampan dengan semangat juang yang kuat. Namun, ternyata diam-diam Hazil menjalin hubungan dengan istrinya, Fatimah. Mengetahui kalau Hazil mampu menghamili Fatimah, sesuatu yang tidak akan pernah bisa dilakukannya, Isa memilih berpura-pura tidak tahu apa dan mengakui bayi yang ada di kandungan Fatimah sebagai bayinya. Bersama Hazil, Isa menyusun rencana untuk meledakkan bioskop di Pasar Senen, tempat berkumpulnya para pejabat NICA, Britania, dan teman-teman mereka, Belanda. Tujuan utama mereka adalah van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, yang sepenuh hati menganggap Indonesia sebagai tanah airnya.
No lists.
No lists.
No lists.
Please log in to view notes.